Rabu, 07 Oktober 2009

Suami di Luar Negeri, Istri Bingung

Posted on 03:45 by SLAMET WIYONO

3965710074_997eb7efd4.jpg

Michael Christian, S.Psi., M.A. Counseling

Pak Konselor yang saya hormati, saya adalah seorang ibu rumah tangga, tinggal bersama ketiga anak kami. Anak pertama dan ketiga perempuan (usia 20 dan 12), dan yang kedua laki-laki (16). Suami saya tinggal di luar negeri bertahun-tahun, untuk mencari nafkah bagi kami sekeluarga. Terus terang saya adalah orang yang kurang berpendidikan, saya tidak bisa mendidik anak dengan baik, sehingga anak-anak saya tidak berhasil dalam dunia pendidikan, dan juga dalam pergaulan sosial. Saya menduga suami saya sudah memiliki istri di negeri lain, tapi sampai hari ini masih mengirimkan nafkah. Saya sendiri tidak bisa berbuat apa-apa mengenai hal ini, saya pasrah saja, namun saya kebingungan bagaimana supaya anak saya bisa bertumbuh dengan baik. Terima kasih.
KD
Semarang

Ibu KD yang terhormat, memiliki anak yang bisa bertumbuh dan berkembang dengan baik, pasti merupakan dambaan dan harapan semua ibu yang telah melahirkan dan mengasihi mereka. Hanya saja persoalannya memang tidak mudah membesarkan mereka persis seperti yang kita harapkan. Apalagi kalau sekarang ini kondisi kita merupakan orang tua tunggal, tanpa didampingi suami selama bertahun-tahun. Ada orang yang begitu depresi, sedih, atau khawatir dengan kondisi ini, tapi ada juga yang sebetulnya telah begitu terbiasa menjalani hari-hari tanpa kehadiran suami, sehingga dalam keseharian, mereka banyak berperan sebagai ibu sekaligus ayah bagi anak-anak mereka, dan tidak lagi merasakan perasaan yang tidak nyaman atau kehilangan.
Heran sekali, dalam area-area tertentu dalam pernikahan, khususnya mengenai situasi dan kondisi yang unik dalam pernikahan seperti lokasi mencari nafkah yang berbeda antara suami dan istri, tempat tinggal yang terpisah, dan hubungan yang jauh untuk membangun keintiman, entah kenapa hal tersebut cenderung mendorong kita untuk memfokuskan pandangan lebih kepada anak-anak kita daripada ke pernikahan itu sendiri atau hubungan kita dengan suami. Di satu sisi hal ini dapat dimengerti karena kita dalam kondisi yang inevitable (tidak terhindarkan) sehingga menghasilkan pola berkeluarga yang berbeda dari sebelumnya, tapi di sisi lain, kita juga secara tidak sadar bisa mematikan (kehilangan) perasaan kita terhadap suami yang notabene merupakan pasangan yang Tuhan telah berikan dalam kehidupan kita.
Kita menjadi lebih fokus dalam membesarkan anak tanpa kehadiran suami, dan berusaha tutup mata selama nafkah dicukupi, padahal ada sesuatu yang harus kita waspadai dalam pernikahan kita sendiri yang kita tahu akan memberikan dampak kepada anak-anak kita di kemudian hari. baca selanjutnya...

No Response to "Suami di Luar Negeri, Istri Bingung"

Suseskan "Visit Idonesia Year 2009"
Embed Banner Berikut kedalam blog atau web anda





KLIK GAMBAR DIBAWAH UNTUK MEMPERBESAR FLASH

MATEMATIKA

FISIKA

KIMIA

VIDEO TUTORIAL
RADIO
TV ONLINE
E-LEARNING
GAME
LIVE CCTV
VIDEO KESAKSIAN
Podcast