Selasa, 13 Oktober 2009

Ribuan Calon Pendeta di DKI Terlunta-lunta

Posted on 20:34 by SLAMET WIYONO

117Laput1(2).jpg

Indonesia dapat digolongkan sebagai negara yang gagal melindungi hak paling asasi warganya.
Potret peminggiran terhadap warga minoritas terus berlangsung. Apakah kaum minoritas masih punya ruang di negeri ini?

Reformata - INI salah satu pertanyaan penting yang kerap melintas dalam benak kita tiap kali kekerasan muncul atas nama agama. Persoalan terusirnya ribuan mahasiswa Sekolah Tinggi Theo-logia Injili Arastamar (SETIA) dari kampus mereka di Kampung Pulo, Kelurahan Pinangranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, tak lepas dari imbas dan kungkungan domain psikologis dari segelintir komunitas keagamaan kaum mayoritas ter-tentu di negeri ini yang dalam para-digma sempit mereka senang menghasut dan menindas kaum lemah. Kaum-kaum minoritas yang lemah dari sisi jumlah dipaksa tak berdaya dan dijadikan tumbal pelampiasan emosional demi suatu tujuan sakral atas nama membela agamanya.

Sejauh ini, agama cenderung dijadikan kekuatan ampuh yang digunakan untuk melegitimasi pelbagai aneka kekerasan tanpa sudi membuka ruang dialog, dan ogah mengedepankan sikap tole-ransi di antara pemeluk agama lainnya. Kelompok-kelompok ekstri-mis seperti ini tentu menganggap remeh hukum yang berlaku dan lebih senang mengedepankan kebebasan yang sarat dengan kekerasan, anarkisme dan brutalis-me. Soal bagaimana keberagaman itu dihayati di tengah konteks sosial yang dihimpit berbagai per-soalan hidup niscaya teramat sulit masuk nalar mereka.baca selengkapnya,..

No Response to "Ribuan Calon Pendeta di DKI Terlunta-lunta"

Suseskan "Visit Idonesia Year 2009"
Embed Banner Berikut kedalam blog atau web anda





KLIK GAMBAR DIBAWAH UNTUK MEMPERBESAR FLASH

MATEMATIKA

FISIKA

KIMIA

VIDEO TUTORIAL
RADIO
TV ONLINE
E-LEARNING
GAME
LIVE CCTV
VIDEO KESAKSIAN
Podcast