Selasa, 13 Oktober 2009
Ribuan Calon Pendeta di DKI Terlunta-lunta

Indonesia dapat digolongkan sebagai negara yang gagal melindungi hak paling asasi warganya.
Potret peminggiran terhadap warga minoritas terus berlangsung. Apakah kaum minoritas masih punya ruang di negeri ini?
Reformata - INI salah satu pertanyaan penting yang kerap melintas dalam benak kita tiap kali kekerasan muncul atas nama agama. Persoalan terusirnya ribuan mahasiswa Sekolah Tinggi Theo-logia Injili Arastamar (SETIA) dari kampus mereka di Kampung Pulo, Kelurahan Pinangranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, tak lepas dari imbas dan kungkungan domain psikologis dari segelintir komunitas keagamaan kaum mayoritas ter-tentu di negeri ini yang dalam para-digma sempit mereka senang menghasut dan menindas kaum lemah. Kaum-kaum minoritas yang lemah dari sisi jumlah dipaksa tak berdaya dan dijadikan tumbal pelampiasan emosional demi suatu tujuan sakral atas nama membela agamanya.
|
![]() |
|
Embed Banner Berikut kedalam blog atau web anda
KLIK GAMBAR DIBAWAH UNTUK MEMPERBESAR FLASH
![]() | ![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |


















No Response to "Ribuan Calon Pendeta di DKI Terlunta-lunta"
Poskan Komentar