Selasa, 13 Oktober 2009
Kaum Muda Gereja Krisis Identitas
Posted on 20:31 by SLAMET WIYONO

Minimnya Perhatian Gereja terhadap Kaum Muda
Pdt. Agus D. Silitonga, STh, Pembina Pemuda HKBP Kernolong.
Apa keprihatinan HKBP terhadap kaum mudanya?
Kaum muda kita tampaknya hanya sebagai penonton dalam bergereja. Mereka tidak sepenuhnya berupaya mewu-judkan panggilan gereja sebenarnya. Yang mereka lakukan hanya sebatas menghadiri persekutuan doa. Sedangkan panggilan gereja untuk bersaksi (Marturia) dan diakonia diabaikan.
Mereka tidak pernah berkumpul melakukan kegiatan bersama?
Ada beberapa kaum muda yang aktif. Seperti di HKBP Kernolong ini, sesekali mereka berkumpul untuk paduan suara dan kebaktian atau pendalaman Alkitab. Tapi mesti disadari kegiatan mereka tidak hanya sebatas itu.
Apa sebabnya?
Pertama, sebagiannya sibuk kerja. Kedua, ada yang beranggapan bahwa tugas marturia dan diakonia adalah tugasnya pendeta dan majelis. Padahal, itu juga tugas mereka. Ketiga, terkadang juga kaum tua tidak mengaktifkan mereka. Misalnya, ketika ada kegiatan besar bersama di gereja, kaum muda tidak dilibatkan dalam kepanitiaan. Jadinya, dua-duanya tidak sinkron; kaum muda tidak aktif dalam bergereja dan kaum tua juga tidak mendorong mereka. Keterlibatan kaum muda sepertinya terbatas. Kalau mereka sudah memegang seksi kepemudaan dianggapnya sudah selesai. Harusnya mereka bisa lebih dari itu. Mereka berinisitif dan berkualitas.baca selengkapnya,...
Kaum muda kita tampaknya hanya sebagai penonton dalam bergereja. Mereka tidak sepenuhnya berupaya mewu-judkan panggilan gereja sebenarnya. Yang mereka lakukan hanya sebatas menghadiri persekutuan doa. Sedangkan panggilan gereja untuk bersaksi (Marturia) dan diakonia diabaikan.
Mereka tidak pernah berkumpul melakukan kegiatan bersama?
Ada beberapa kaum muda yang aktif. Seperti di HKBP Kernolong ini, sesekali mereka berkumpul untuk paduan suara dan kebaktian atau pendalaman Alkitab. Tapi mesti disadari kegiatan mereka tidak hanya sebatas itu.
Apa sebabnya?
Pertama, sebagiannya sibuk kerja. Kedua, ada yang beranggapan bahwa tugas marturia dan diakonia adalah tugasnya pendeta dan majelis. Padahal, itu juga tugas mereka. Ketiga, terkadang juga kaum tua tidak mengaktifkan mereka. Misalnya, ketika ada kegiatan besar bersama di gereja, kaum muda tidak dilibatkan dalam kepanitiaan. Jadinya, dua-duanya tidak sinkron; kaum muda tidak aktif dalam bergereja dan kaum tua juga tidak mendorong mereka. Keterlibatan kaum muda sepertinya terbatas. Kalau mereka sudah memegang seksi kepemudaan dianggapnya sudah selesai. Harusnya mereka bisa lebih dari itu. Mereka berinisitif dan berkualitas.baca selengkapnya,...
|
![]() |
|
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
Embed Banner Berikut kedalam blog atau web anda
KLIK GAMBAR DIBAWAH UNTUK MEMPERBESAR FLASH
![]() | ![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |


















No Response to "Kaum Muda Gereja Krisis Identitas"
Poskan Komentar